/ September 27, 2018/ INFO

Saat ini ilmu falak atau astronomi di kalangan umat Islam hanya membahas hal-hal praktis yang terkait dengan penjadwalan waktu dan arah ibadah dengan menggunakan 2 macam benda langit sebagai parameternya (matahari dan bulan).

Prof. Dr. Thomas Djamaluddin, M.Si., Kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional/LAPAN memotong pita sebagai tanda peresmian observatorium IAIN Ponorogo

IAIN Ponorogo sebagai instansi yang mempunyai visi sebagai pusat kajian dan pengembangan ilmu keislaman yang unggul dalam rangka mewujudkan masyarakat madani pada tahun 2030, mengadakan Temu Dosen Falak Nasional yang diikuti oleh dosen-dosen Falak yang tergabung dalam Asosiasi Dosen Falak Indonesia (ADFI) pada tanggal 25 September 2018 dan Seminar Nasional Falak dengan tema “Revitalisasi Observatorium dan Laboratorium untuk Kemajuan Ilmu Falak di Indonesia” dengan narasumber Prof. Dr. Thomas Djamaluddin, M.Si., Kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional/LAPAN dan Dr. Ahmad Izzuddin, M.Ag. , Ketua DPP Asosiasi Dosen Falak Indonesia/ADFI.

Dr. Ahmad Izzuddin, M.Ag. , Ketua DPP Asosiasi Dosen Falak Indonesia/ADFI menjelaskan tentang alat-alat falak

Melalui kegiatan ini, diharapkan dapat Membangkitkan kembali khazanah penelitian dalam bidang Ilmu Falak dan Astronomi, khususnya di Indonesia serta untuk Mendapatkan konsep ideal observatorium falakiyah yang berfungsi sebagai pusat observasi dan penelitian Ilmu Falak. Sebelum acara selesai, Prof. Dr. Thomas Djamaluddin, M.Si., Kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional/LAPAN memotong pita sebagai bentuk peresmian watoe dhakon observatory yang merupakan tempat praktikum bagi mahasiswa fakultas syariah untuk mengembangkan ilmu falak. Admin