Bedah Buku oleh Dua Doktor. (Bedah Buku Berkala Pasca Sarjana IAIN Ponorogo)

Bedah Buku oleh Dua Doktor. (Bedah Buku Berkala Pasca Sarjana IAIN Ponorogo)

 

Jumat siang menjelang sore, 11 Oktober 2019. Hari dimana matarahari berada tegak lurus di dengan garis khatulistiwa. Kehangatan tampak dalam ruangan aula Pasca Sarjana IAIN Ponorogo, senada dengan suasana luar yang terik. Dilangsungkan acara bedah buku oleh Pasca Sarjana IAIN Ponorogo. Bedah buku yang rutin dan berkala setiap semesternya ini membedah 2 buku langsung yang telah ditulis oleh dua orang doktor dari dua IAIN berbeda.

Yang pertama adalah buku karya Dr. Islah Gusmian, M.Ag. dengan judul “Tafsir Al-Quran dan Kekuasaan di Indonesia”. Doktor yang keseharian aktif di IAIN Surakata ini menyuguhkan tentang peneguhan, kontestasi, dan pertarungan wacana tafsir Al-Quran  pada era Orde baru, disebut brliau sekitar tahun 60 an akhir sampai pada sebelum akhir 200an ini. Era dimana kekuasaan ekonomi, politik , dan pemerintahan dikuasai dan dikontrol oleh pemerintah.

Islah Gusmian menjelaskan, dalam masa order baru muncul beberapa tafsir Al-Quran yang mengandung sikap terhadap pemerintah orde baru. Sikap yang dimunculkan dalam tafsir bisa bersifat kritik, medukung, atau diam. Sebagai contoh, dalam tafsir yang ditulis Kiai Misbah, adik dari Mustofa Bisri ,memaparkan  tafsir yang mengkritik Keluarga Berencana KB. Sebuah program yang giat digencarkan oleh pemerintah pada saat itu. KB sendiri bahkan menggunakan pesantren sebagai tangan panjang pemerintah untuk mensukseskan .Selain itu pada sekitaan  tahun 97 an, juga ada sebuah kritik oleh Syu’bah Asa yang dimuat pada Majalah Panji Masyarakat, “Dalam Cahaya Al Quran”. Isi tafsir tersebut mengkritik bagaimana orde baru melakukan tindak kekerasan yang disembunyikan.  dalam tafsirnya menanyakan korban-korban yang selama ini berjatuhan di era orde baru.

Secara keseluruhan, Islah Gusmian ingin menggambarkan sikap tafsir terhadap masa orde baru, “menafsirkan Al-Qur’an bukan hanya soal membaca, menafsirkan Al-Quran adalah menganalisa sosial politik yang tejadi pada masa itu, menafsirkan juga untuk memberikan pendapatnya tentang keadaan social yang terjadi” demiakian kata Islah.

Buku berikutnya yang dibedah adalah buku dari Doktor Aksin Wijaya. Dalam bukunya, Direktur pascasarjana IAIN Ponorogo tersebut menjelaskan hubungan antar umat beragama, hubungan agama dengan pemerintah, dan juga hubungan yang terjadi sesama Islam. Buku yang diberi judul Kontestasi Islam di Indonesia, dari Berislam secara Teologis ke Berislam secara Humanis. Doktor yang identik dengan blangkon di kepalanya ini menjelaskan mengenai pendapat bahwa semua agama samawi itu sama, esensi semuanya yaitu satu. Tuhannya sama dengan Tuhan Islam dan juga menghubungkan bahwa Islam yang dibawa Muhammad sama dengan agama yang dibawa oleh Ibrahim.

Setelah kedua pembedah buku menjelaskan mengenai bukunya, kemudian acara dilanjutkan dengan tanya jawab oleh peserta. Terdapat beberapa penanya yang tajam yang menambah mensriknya acara bedah buku sore itu.

(Humas IAIN Ponorogo)

 

Visit us at:
Website : www.iainponorogo.ac.id
Facebook : IAINPonorogo
Instagram : @humas_iain_ponorogo
Twitter : @Ponorogo_IAIN

 

Translate »