Menu Tutup

Bedah Buku online Zakat untuk korban kekerasan terhadap perempuan dan anak

Secara daring, Pusat Studi Gender dan Anak IAIN Ponorogo menyelenggarakan bedah buku “Zakat untuk Korban Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak”. Buku ditulis oleh Yulianti Muthmainnah, M.Sos selaku karya aktivis dan pemerhati perempuan dan anak.

Sebagai pembanding PSGA IAIN Ponorogo menghadirkan Dr. Nahe’I, M.H.I komisioner Komnas Perempuan RI dan Dr. H. Luthfi Hadi Aminuddin, M.Ag Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, pada Rabu, 06 Oktober 2021.

Dalam membuka sambutannya rektor IAIN Ponorogo, Dr. Hj. Evi Muafiah, M.Ag menyambut baik kegiatan yang dilaksanakan PSGA IAIN Ponorogo karena relevan dengan kondisi saat ini.

“Saya menyambut baik kegiatan ini karena moment yang pas, dimasa pendemi banyak kendala yang dialami khususnya bagi perempuan. Kesulitan ekonomi yang dialami akibat pandemi, maupun beban pekerjaan yang dilaksanakan WFH bagi perempuan sangat berat. Bagaimana perempuan harus membagi waktu antara pekerjaan kantor dan pekerjaan rumah.” Tutur Rektor IAIN Ponorogo.

“Berdasarkan data saat pandemi ini banyak sekali korban kekerasan pada perempuan dan anak, tidak saja secara nyata tapi juga dunia maya dan ini berdampak buruk bagi mental perempuan dan anak.” Tambahnya.

Kegiatan ini diangkat karena isu zakat yang terus bergulir di masyarakat, karena zakat dianggap salah satu sumber penghapusan kemiskinan dan ketimpangan sosial di masyarakat. Sehingga situasi korban kekerasan terhadap perempuan dan anak sangat memprihatinkan karena kurang pendampingan.

Saat pandemic covid-19, jumlah kasus kekerasan tidak menurun tetapi justru menambah. Tidak adanya organisasi keagamaan yang mengeluarkan fatwa agar suami membatu istri dirumah. Penghentian kekerasan dalam rumah tangga ataupun kekerasan seksual di ruang publik, beberapa alasan ibu Yulianti membuat buku “Zakat untuk Korban Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak”. (Humas IAIN Ponorogo)

BERITA TERKAIT