Belajar Dari University Of Malaya, Berupaya Menjadi Yang Terbaik

Bismillahirrahmanirrahiim..

Seakan berada di kota mandiri dalam sebuah negara, merupakan ungkapan yang menggambarkan kondisi kampus Universitas Malaya (UM). Berbagai sarana dan prasarana tersedia lengkap, seperti; masjid/surau hampir di setiap gedung, perpustakaan, pusat perubatan (rumah sakit), taman botani, kantin, minimarket, akomodasi asrama, ATM di beberapa titik, kantor bank, transportasi bus, fasilitas olahraga (fitness& track jogging), laboratorium dan rekreasi kampus (telaga yang dilengkapi dengan perahu kayak) ataupun hutan mini dilengkapi dengan monyet/tupai. Semua tersedia lengkap dalam kampus dan  mudah diakses oleh semua civitas akdemika. Kolam renang berukuran olimpiade, beberapa lapangan tenis, squash, lapangan sepak bola dan rugby, juga tersedia. Fasilitas tersebut digunakan untuk  kejuaraan olahraga dan sekaligus kegiatan perkuliahan, terutama bagi mereka yang mengambil jurusan di bidang terkait. Untuk memudahkan aktivitas mahasiswa antar fakultas/ gedung,  terdapat layanan transportasi bus kampus dengan jadwal tertempel di halte, sehingga mahasiswa dapat menyesuaikan diri dengan kegiatan yang akan dijalani pada hari itu. Dengan sarana prasarana yang lengkap tersebut, hampir-hampir mahasiswa memiliki eksposur yang terbatas dengan dunia luar karena kesibukan kegiatan akademik, belajar dan kemudian menikmati berbagai fasilitas lengkap di dalam kampus. Dengan kata lain,mahasiswa merasakan kenyamanan berada di kampus UM, sehingga kurang tertarik melihat dunia luar.

Visi, misi dan core value dari Universitas, terpigora dengan rapi berjajar pada dinding-dinding lorong dan ruang pada gedung-gedung, sehingga memudahkan civitas akademika untuk mempelajari/ memahami isinya.  Begitu pula dengan akademik portal tersentral pada MAYA, sehingga civitas akademika mudah mengaksesnya. Layanan administrasi kampus tersentralisir di gedung chancellery, mengingat terdapat banyak mahasiswa international, program student exchange dan atau akademisi dari luar negeri yang membutuhkan pemberkasan keimigrasian. Kegiatan International Conference, national seminar,event berskala besar/ kecil (guest lecture) atau kegiatan online berlangsung, sudah dilengkapi  dengan multitech dan logistik yang memadai, seolah-olah hal tersebut sudah menjadi tradisi dan budaya  mutu  seiring berjalannya waktu. Penerapan istilah ‘tidak ada kata terlambat dalam mempelajari teknologi terbaru guna meningkatkan pengalaman belajar dan mengajar’ benar-benar terasa. Baik mahasiswa maupun dosen,berupaya terus belajar pembaruan teknologi, semisal hybrid. Harapannya dengan teknologi tersebut dapat membantu meningkatkan pengalaman belajar di era online digitalisasi seperti saat ini. Hal yang perlu dikaji-berbeda dengan tradisi di kampus kita- adalah terkait dengan akses WiFi kampus, tidak setiap orang memiliki akses, bahkan di ruang public sekalipun. Password tidak bisa dibagi secara bebas, karena akses login berupa username dan password  diberikan secara unik per mahasiswa/ staff berdasarkan metric/ ID card yang dimilikinya.

Secara umum, international student UM berasal dari latar belakang/ negara asal yang berbeda, sehingga memiliki kemampuan berbahasa international cukup baik. Hal ini juga didukung dengan ruang dan fasilitas berbahasa sebagai nilai tambah bagi mahasiswa UM untuk dapat menulis karya ilmiah secara runtut dan cakap berkomunikasi dalam bahasa International. Dengan demkikan,  semakin lengkaplah pengetahuan dan kemampuan mahasiswa dalam menyampaikan ide gagasan. Salah satu capaian kompetensi dari UM yaitu memiliki kemahiran berbahasa International sebagai life skill, sehingga masing-masing mahasiswa menyadari pentingnya kemampuan berbahasa arab/ Inggris serta berupaya keras untuk meningkatkannya. Pada umumnya mahasiswa UM fokus pada kegiatan akademik/ kuliah, dan berupaya untuk menyelesaikan tutorial dan tugas tepat waktu ataupun fokus belajar guna bekal ujian tengah semester/ ujian akhir semester yang akan dihadapi.

Dari 13 college/ asrama yang dimilki oleh UM, saat ini kami tinggal di 5th college yang merupakan asrama terdekat dengan kampus Academy of Islamic Study. Biaya tinggal di asrama per hari yaitu MYR 30, sehingga rata-rata biaya  perbulan untuk akomodasi adalah 900 ringgit/ 3 juta lebih (dengan aumsi kurs MYR 1 = IDR 3.500). Terdapat hal yang menarik ketika tinggal di asrama, mahasiswi seolah-olah tinggal di lingkungan pondok pesantren karena setelah sholat maghrib sekitar pukul 19.22 sampai adzan isya sekitar pukul 20.36, terdengar lantunan ayat suci Al-Quran bergantian dari kamar asrama (baik itu mahasiswi membaca dan ataupun menghafalkan Al-Quran). Bahkan sebelum masuk waktu subuh pukul 06.12 rata-rata mahasiswi  5th college ke kamar mandi guna berwudhu untuk sholat malam (Insyaa Allah). Hal ini semakin menegaskan semangat civitas akademika untuk belajar ilmu dan kemudian mengamalkannya sekaligus. Semoga ke depan kampus IAIN Ponorogo dapat berbenah dan lebih baik, melampaui capaian-capaian yang telah dipeoleh oleh UM Malaysia, Insya Allah, aamiin.


Dikutib dari http://pasca.iainponorogo.ac.id/blog/2022/01/18/belajar-dari-university-of-malaya-berupaya-menjadi-yang-terbaik/

Berita Lainnya