Menu Tutup

IAIN Ponorogo melepas 2525 Mahasiswa untuk terjun pada Kuliah Pengabdian Masyarakat 2022

Senin, 4 Juli 2022 bertempat di depan Graha Watoe Dakon, IAIN Ponorogo melepas 2525 mahasiswa guna melakukan Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) Tahun 2022. Acara digelar dalam rangkaian “Pembukaan dan Pelepasan Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) IAIN Ponorogo TAhun 2022”. Hadir pada acara ini adalah jajaran pimpinan IAIN Ponorogo, Dosen Pembimbing Lapangan, Segenap Panitia KPM,  dan perwakilan mahasiswa yang menjadi peserta KPM Tahun 2022.

Pada tahun 2022 ini, Kuliah Pengabdian Masyarakat KPM IAIN Ponorogo bertempat pada lima kecamatan di sekitaran Ponorogo. Adapun lima kecamatan tersebut adalah Kecamatan Slahung, Kecamatan Ngrayun, Kecamatan Bungkal, Kecamatan Sambit, dan Kecamatan Sawoo. Total ada 74 desa yang menjadi tujuan dengan jumlah total kelompok yang melaksanakan KPM sejumlah 120 kelompok. Hal ini dijelaskan oleh Bapak Dr. Ahmadi, M.Ag. selaku Ketua LPPM IAIN Ponorogo. Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, lembaga di IAIN Ponorogo yang mejadi leading sector kegiatan KPM ini.

Pada tahun ini KPM IAIN Ponorogo mengambil tema “Menumbuhkan Kepedulian Mahasiswa Dalam Memulihkan Produktifitas dan Kehidupan Masyarakat Pasca Pandemi”. Hal tersebut dimasudkan agar dapat menumbuhkan produktivitas dan kehidupan masyarakat pasca Pandemi ini. Seperti kita ketahui, pandemi telah memeberikan efek yang luar biasa sehinga menurunkan produktivitas bahkan sampai pada segi ekonominya. Para mahasiswa diharapkan dapat mengimplementasikan keilmuanya sesuai dengan potensi masyarakat setempat.

Hal tersebut juga diungkapkan oleh Dr. Mukhibat, M.Ag. selaku Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Kelembagaan IAIN Ponorogo, yang pada kesempatan ini mewakili Rektor IAIN Ponorogo membuka dan melepas acara KPM Tahun 2022 ini. Beliau mengharapkan agar nantinya mahasiswa yang terjun pada KPM ini dapat memberikan efek manfaat kepada masyarakat. Para Mahasiswa juga diharapkan membawa nilai-nilai yang selama ini dipelajari di kampus guna diterapkan pada lingkungan KPM-nya. “Mahasiswa harus bisa menganalisis terlebih dahulu mengenai apa yang menjadi potensi wilayahnya kemudian dapat mengembangkannya”. Ujar beliau. Pengembangan inilah yang diharapkan dapat memberikan manfaat yang merupakan bentuk pengabdian kampus pada masyarakat.

Acara kemudian dilanjutkan dengan pelepasan para peserta KPM di tingkat kecamatan yang dilakukan di 5 kecamatan. Pelepasan di tingkat kecmaatan dihadiri langsung oleh Bapak Camat dan Kepala Desa di lingkungannya.

BERITA TERKAIT

Translate »