Menu Tutup

Perkuat Rekognisi Dosen dan Kolaborasi dengan Mahasiswa, FUAD Gelar The Second FUCOSIS

Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah adakan International Conference The Second Fuad’s Conference On Islamic Studies (FUCOSIS) yang bertempat di Hall Hotel Maesa Ponorogo. Konferensi ini mengundang tiga narasumber dari dalam negeri dan luar negeri yaitu Prof. Dr. H. Abdul Mustaqim, M.Ag., Direktur Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Muhammad Johan Nasrul Huda, Ph.D. (Cand) dari School of Psychology, Western Sydney University, Australia dan Muhammad Izzul Haq, S.Sos., M.Sc., Ph.D (Cand) dari McGill University, Canada. The Second FUCOSIS mendiskusikan tema tentang Current Trends of Islamic Studies in the Post Pandemic Era dengan sub tema tentang Current trends of Qur’anic and tafsir studies; Current trends of dakwah and Islamic communication studies; dan Current trends of Islamic counseling.Kegiatan ini dilakukan secara blended yaitu melalui Zoom, Youtube, dan juga secara tatap muka langsung di Hall Hotel Maesa. Konferensi ini tidak hanya diikuti oleh dosen Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah saja tetapi juga diikuti oleh dosen, guru, maupun mahasiswa dari luar IAIN Ponorogo seperti dari Universitas Soerjo Ngawi, UT Tangerang, UIN Sunan Kalijaga, maupun dari SMK PGRI 1 Ponorogo.

Konferensi ini dilaksanakan selama 2 hari yaitu Rabu dan Kamis, 3-4 Agustus 2022 yang mana hari Rabu, 3 Agustus 2022 kegiatan Panel Discussion yang dipimpin langsung oleh tiga narasumber utama. Prof. Dr. H. Abdul Mustaqim, M.Ag., selaku narasumber luring dalam kesempatan ini menyampaikan tema tentang: Arah Baru Kajian Tafsir di Indonesia (Tafsir Maqashidi: Teori dan Aplikasi). Menurutnya ada tiga kategori mufasir dalam menafsirkan ayat-ayat Al-Qur’an. Pertama, tekstualis-skriptualis. Kedua, liberalis-De-skriptualis. Ketiga, kontekstualis-maqashidi. Golongan pertama adalah mereka yang menafsirkan ayat-ayat Al-Qur’an berdasarkan teks ayat. Misalnya al-ashlu fi nikah al-ta’addud (prinsip dasar pernikahan adalah poligami). Golongan kedua adalah meraka yang mendisfungsikan teks ayat ketika dianggap berlawanan dengan akal. Misalnya al-ashlu fi al-nikah a’dam ta’addud (prinsip dasar pernikahan adalah anti poligami). Oleh karena itu poligami dinilai bertentangan dengan kesetaraan gender, sebab poligami dianggap sebagai penjajahan kaum laki-laki terhadap kaum perempuan. Golongan ketiga adalah model pendekatan penafsiran Al-Qur’an yang menitikberatkan pada upaya penggalian maksud-maksud Al-Qur’an yang berbasis pada teori Maqashid Al-Qur’an maupun Maqashid Syari’ah. Misalnya Maqshad al-Mitsali fi al-ayah huwa al-‘adalah  wal wihdah afdlal, wa yumkinu al-ta’addu idza kana fi halati al-dlarurah bi al-syuruth al-musyaddadah. (Tujuan yang ideal dalam pernikahan adalah monogami, namun dalam kondisi darurat dan dengan syarat yang sangat ketat memungkinkan seseorang poligami, jika maqashidnya dapat dicapai yaitu berlaku adil, menyantuni janda dan anak yatim). Dengan demikian nilai-nilai Al-Qur’an benar-benar mampu merealisasikan kemashlahatan dan menghindari mafsadah (kerusakan) dalam kehidupan manusia, ujarnya.

Pemateri berikutnya adalah Muhammad Izzul Haq, S.Sos., M.Sc., yang memberikan materinya melalui Zoom. Dalam presentasinya, beliau menyampaikan tema tentang: Learning from Da’wah in Northern America. Menurutnya masih terdapat kelompok Islamphobia di Kanada, kelompok radikalisme dan terorisme di Amerika. Walaupun demikian ada banyak masjid dan komunitas muslim diwilayah tersebut. Masjid ini digunakan sebagai tempat untuk mengeksplorasi pelajar muslim di Amerika Selatan. Sementara itu banyaknya komunitas muslim yang beragam dapat difungsikan sebagai sarana komunikasi antarbudaya untuk dapat mengayomi keragaman yang ada, tuturnya.

Selanjutnya adalah pemateri terakhir yaitu Muhammad Johan Nasrul Huda, PhD. Cand, yang memberikan materinya melalui Zoom menyampaikan tema tentang: Developing Mental Health and Wellbeing: A Social Identity Approach. Pada dasarnya setiap orang pernah mengalami sikap gelisah, cemas, stress, trauma dan sebagainya. Hal ini karena banyaknya problem yang tidak perpecahkan (tidak menemukan solusi). Menurutnya ada dua resiko dalam psikologi yang saling berkaitan pada perubahan yang terjadi untuk meningkatkan kesehatan yaitu terjadinya peningkatan imunitas atau penurunan imunitas, tuturnya.

Selanjutnya, hari kedua Kamis, 4 Agustus 2022 merupakan kegiatan Sub Panel Discussion yang mana seluruh peserta konferensi mempresentasikan artikel prosiding yang telah mereka kumpulkan sesuai sub tema masing masing. Sub tema Current trends of Qur’anic and tafsir studies tentang dimoderatori langsung oleh Ketua Jurusan Ilmu Al Quran dan Tafsir Irma Rumtianing U.H, M.S.I. Sub tema Current trends of dakwah and Islamic communication studies dipimpin langsung oleh Ketua Jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam Kayyis Fithri Ajhuri, M.A. Sub tema Current trends of Islamic counseling dipimpin langsung oleh Ketua Jurusan Bimbingan Penyuluhan Islam M. Nurdin, M.Ag.

Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk menciptakan iklim akademik yang baik, sehingga mampu mengikuti perkembangan mutakhir, sebagaimana yang disampaikan oleh Wakil Dekan I, Dr. Muh. Tasrif, M.Ag., Disamping itu ialah untuk mendukung dan menunjang akreditasi fakultas maupun jurusan terutama ditiga bidang keilmuan yaitu Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (IAT), Komunikasi Penyiaran Islam (KPI), dan Bimbingan Penyuluhan Islam (BPI). Terakhir adalah sebagai upaya untuk mendorong dan meningkatkan produktifitas para dosen dalam pengembangan penelitian karya ilmiah akademik.

BERITA TERKAIT

Translate »