PSGA IAIN Ponorogo Adakan Workshop Advokasi Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual.

IAIN Ponorogo. Pusat Studi Gender dan Anak, Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) IAIN Ponorogo adakan Workshop Advokasi Pencegahan Dan Penanganan Kekerasan Seksual Di Perguruan Tinggi. Sebagai peserta workshop adalah mahasiswa IAIN Ponorogo(01/12/2023). Acara digelar di Aula Pascasarjana IAIN Ponorogo. Tujuan dari kegiatan ini adalah memberikan  informasi kepada para mahasiswa advokasi pencegahan dan penanganan kekerasan seksual.

Sebagai pemateri pada workshop ini adalah Dr. Nailatin Fauziyah, S.Psi, M.Si. Psikolog (Dosen UIN Sunan Ampel Surabaya) sekaligus Aktivis WCC Jombang, dan Dr. Hj. Isnatin Ulfah, M.H.I. (Dosen IAIN Ponorogo) sekaligus Korpus Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA) IAIN Ponorogo.

Hadir dalam acara ini adalah Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama, Prof. Dr. Miftahul Huda, M.Ag. Dalam sambutannya, Prof. Huda mengucapkan rasa terimaksih kepada LPPM IAIN Ponorogo atas terselengaranya acara ini. Workshop advokasi pencegahan dan penanganan kekerasan seksual ini menjadi agenda yang penting karena mendukung komitmen IAIN Ponorogo dalam pencegahan kekerasan seksual. “Workshop ini menjadi iktiar dari IAIN Ponorogo dalam pencegahan kekerasan seksual” ujar beliau.

Acara dilanjutkan dengan pemaparan materi. Yang pertama dari Dr. Hj. Isnatin Ulfah, M.H.I. Dosen IAIN Ponorogo sekaligus Korpus PSGA IAIN Ponorogo. Beliau menjelaskan beberapa hal mengenai apa saja yang perlu dilakukan pada Perguruan Tingi guna mencipatakan Perguruan Tinggi yang Responsif Gender. Beliau menjelaskan banyakhal yang harus dilakukan mulai dari Peraturan Rektor tentang implementasi, sampai hal-hal detail mengenai sarana prasana yang mendukung responsive gender.

Materi berikutnya dibawakan oleh Dr. Nailatin Fauziyah, S.Psi, M.Si. Psikolog (Dosen UIN Sunan Ampel Surabaya) sekaligus Aktivis WCC Jombang. Selain memberikan materi, beliau mengajak para mahasiswa untuk berperan aktif diskusi mengenai pencegahan dan penanganan kekerasan.

Berita Lainnya