Penjelasan Tentang Rendah Hati Rutinan Kegiatan Ramadhan UKM UKI Ulin Nuha

Rutinan Kegiatan Ramadhan, kultum dan buka bersama yang dilaksanakan oleh UKM UKI ULIN NUHA berlanjut dihari berikutnya. Sabtu 23 Maret 2024 bertempat di Masjid Ulin Nuha kampus 1 dan Masjid Darussalikin kampus 2 IAIN Ponorogo.

Kultum hari ini disampaikan oleh salah satu UKI 22 yang bertempat dikampus IAIN Ponorogo tepatnya dimasjid Darusshalikin yang berkultum yakni Amelia Habibah Mahasiswa dari Jurusan Pendidikan Bahasa Arab (PBA) Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) IAIN Ponorogo, dengan tema kultum hari ini adalah “Penjelasan Tentang Rendah Hati”.

Dalam Kultum yang disampaikan Habibah, Tawadhu (Rendah Hati) yaitu perilaku manusia yang mempunya watak rendah hati, tidak sombong, tidak angkuh, atau merendahkan diri agar tidak kelihatan sombong, angkuh, atau kata- kata lain.

 

Sikap tawadhu terhadap sesama manusia adalah sifat mulia yang lahir dari kesadaran akan ke-mahakuasa-an Allah Swt atas segala hamba-Nya. Manusia membutuhkan karunia, ampunan dan rahmat  dari Allah Swt. Tanpa rahmat, karunia dan nikmat dari Allah SWT, manusia tidak akan bias bertahan hidup, bahkan tidak akan pernah diatas bumi ini.

Dalam Firman Allah Swt Surat An- Nahl Ayat 53, yang Artinya;

“Dan apa saja nikmat yang ada pada kamu, maka adalah ia dari Allah (datangnya), dan bila kamu ditimpa oleh kesusahan, maka hanya kepada-Nya-lah kamu meminta pertolongan. (QS.An- Nahl:53)

Dari ayat diatas, dengan kesadaran seperti itu sama sekali tidak pantas bagi dia untuk menyombongkan diri sesame manusia, apalagi menyombongkan diri terhadap Allah Swt.

Didalam al-Qur’an tidak dapat ditemukan kata istilah yang merujuk langsung pada kata tawadhu’ (rendah hati). Akan tetapi yang disebutkan dalam ayat Al-Qur’an adalah perumpamaan atau kesamaan arti dan maksud yang sama dengan kata tawadhu’.

Firman Allah yang terdapat didalam al- Qur’an tentang perintah untuk tawadhu’.

  1. Perintah untuk bertawadhu ketika Berdo’a. Artinya; “Katakanlah”Siapakah yang dapat menyelamatkan kamu dari bencana didarat dan dilaut, yang kamu berdo’a kepada-Nya dengan rendah diri dengan suara yang lembut (dengan mengatakan: Sesungguhnya jika Dia menyelamatkan kami dari (bencana) ini, tentulah kami menjadi orang-orang yang bersyukur, “ (QS. Al- An-am:63)
  2. Perintah untuk bertawadhu kepada Orang Tua, Artinya; “dan rendahkanlah diri terhadap mereka berdua dengan penuh kasih saying dan ucapkanlah:”Wahai Tuhanku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil (QS.Al- Isra’:24)
  3. Perintah untuk bertawadhu dalam Berdzikir, Artinya; “dan sebutlah (nama)Tuhanmu dalam hatimu dengan merendahkan hati dan rasa takut, dan dengan tidak mengeraskan suara, diwaktu pagi dan petang, dan janganlah kamu Termasuk orang-orang yang lalai. (QS. Al- A’raaf:205)

 

Berita Lainnya