Cerdas Bermedia dan Anti Hoax

Ponorogo-DEMA (Dewan Eksekutif Mahasiswa) IAIN Ponorogo gelar Seminar Nasional bertema “Cerdas Bermedia, Mahasiswa Anti Hoax” dengan menghadirkan Kapolres Ponorogo AKBP Arief Fitrianto, S.H., S.I.K., M.M. sebagai keynote speaker. Seminar Nasional ini diselenggaran sebaga acara pembuka Festival watoe Dhakon 2019.

Acara tersebut diawali dengan sambutan oleh Anam, selaku ketua panitia. Kemudian dilanjutkan dengan sambutan ketua Dema IAIN Ponorogo, Aji B.P. Puncaknya ialah sambutan dari Rektor IAIN Ponorogo, Dr. Hj. S. Maryam Yusuf, M.Ag dan di akhiri dengan pembacaan do’a oleh Drs. H. M. Muhsin, MH.

Dalam sambutannya, Dr. Hj. S. Maryam Yusuf, M.Ag selaku Rektor IAIN Ponorogo mengungkapkan, harus ada kerja sama antara pengurus organisasi intra mahasiswa IAIN Ponorogo dengan Rektor IAIN Ponorogo. Hal tersebut dolakukan supaya tidak adanya miskomunikasi antara pihak civitas akdemika dengan pihak mahasiswa IAIN Ponorogo.

Kemudian, ketika menyampaikan materi, Kapolres Ponorogo AKBP Arief Fitrianto, S.H., S.I.K., M.M. mengungkapkan dampak dari bermedia sosial. Selain memilik dampak positif, seperti halnya sebagai sarana edukasi, mempermudah komunikasi, sebagai saran mencari penghasilan dan untuk mengakses informasi.

Selain dampak positif, media sosial juga memiliki dampak negatif seperti terganggunya perkembangan dalam lingkup sosial, terganggunya perkembangan moral, mengganggu kesehatan, pornografi, dapat digunakan sebagai sarana adu domba dan sarana kejahatan.

Untuk mengakhiri seminarnya, Kapolres Ponorogo memberikan kesimpulan sebagai himbauan bagi masyarakat umum,“sebaiknya dalam menggunakan medsos dalam batas wajar, tidak berlebihan dan tidak melanggar peraturan perundang-undangan. Pergunakan medsos untuk hal yang bermanfaat.”

“Etika Jawa” Sebuah Tawaran Paradigma Pluralitas Untuk Nusantara

IAIN Ponorogo – Jumat, 1 November 2019. Di Aula Pasca IAIN Ponorogo, bapak Ahmad Lutfi, M.Fil.I mengadakan bedak buku yang ditulisnya sendiri dengan judul “ETIKA JAWA Sebuah Tawaran Paradigma Pluralitas Untuk Nusantara”. Kegiatan ini diikuti sekitar 200 peserta yang terdiri atas mahasiswa Pasca Sarjana dan Sarjana IAIN Ponorogo serta untuk umum.

Buku ini menceritakan tentang ETIKA JAWA yang merupakan titik dimana ajaran primodialitas agama bias berubah ke ajaran harmonis. Hal tersebut dapat dibuktikan dengan ajaran etnis jawa yang menekankan harmonisasi, dari sana agama samawi harus mengadaptasi doktrin asli teologisnya untuk tidak mengabaikan ajaran harmonisasi etnis Jawa agar ajaran samawi tersebut bisa dianut oleh orang Jawa.

Di buku ini bapak lutfi menunjukkan sisi etika jawa yang memiliki kekuatan pertahanan pertahanan diri terhadap agama samawi yang dating ke Jawa. Etika jawa bias menerima ajaran agama samawi untuk diadaptasikan dengannya dan disisi yang lain dia bisa mempertahankan diri untuk tidak hilang jati dirinya. Karena itu watak harmoni etika jawa tidak menunjukkan harmoni yang pasif tapi justru sebaliknya. Kekuatan harmoninya mampu bertahan tanpa sikap eksklusif dan terbuka tanpa kehilangan jati diri. (Humas IAIN Ponorogo)

Visit us at:
Website : www.iainponorogo.ac.id
Facebook : IAINPonorogo
Instagram : @humas_iain_ponorogo
Twitter : @Ponorogo_IAIN

Konser Indonesia Melantunkan Cinta UKM Seiya IAIN Ponorogo

IAIN Ponorogo – UKM Seiya bekerja sama dengan Indika Foundation mengadakan Festival of Diversity: Simfoni Toleransi yang merupakan rangkaian untuk menggambarkan keberagaman Indonesia dan mengkampanyekan apresiasi terhadap keberagaman Indonesia. Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari, 27-28 Oktober 2019 dengan beberapa kegiatan antara lain, Festival Musik se Eks-Karesidenan Madiun, Talkshow, dan Konser Simfoni Toleransi: Indonesia Melantunkan Cinta.

Festival Musik se Eks-Karesidenan Madiun dilaksanakan pada 27 Oktober 2019 dan diikuti oleh siswa SMA/Madrasah/Pesantren atau komunitas dari Eks-Karesidenan Madiun dan sekitarnya. Dengan membawakan lagu wajib (Indonesia Pusaka, Gambang Suling, Kebyar-Kebyar (Gombloh), Bendera (Coklat), dan lagu bebas (Non Underground). Hari kedua 28 Oktober 2019 kegiatan Talkshow yang diisi oleh beberapa narasumber.

Talkshow pertama diisi oleh Muchlis Daroini, S.Sos.I, M.Kom.I yang bertema “Budaya Nusantara” membahas budaya-budaya yang ada di nusantara khususnya lebih ditekankan ke Ponorogo, bahwa selain kental dengan budaya tapi Ponorogo juga termasuk kota Santri. Talkshow kedua dialog antariamn yang berjudul “Toleransi Berbudaya Dalam Pandangan Agama” yang diisi oleh pemuka beberapa agama di Ponorogo. Membahas kebudayaan Ponorogo dalam pandangan tokoh-tokoh agama yang berbeda, guna menjalin toleransi yang baik antar umat beragama.

Talkshow terakhir tentang “Berfikir Kritis” oleh Irfan L Sarhindi Pengasuh Salamul Falah Cianjur. Kegiatan terakhir konser “Indonesia Melantunkan Cinta” yang diisi penampilan-penampilan band baik dari IAIN Ponorogo maupun luar IAIN Ponorogo. “Saya berterima kasih kepada semua pihak yang telah ikut serta dalam kegiatan ini, diacara yang terakhir ini semua dapat berjalan dengan baik.” Ucap Heri Andani selaku ketua panitia.
Alief Bagus Wicaksono selaku perwakilan Indika Foundation mengatakan “Saya selalu percaya bahwa segala sesuatu dimulai sari sebuah kepercayaan dan diakhiri dengan keiklasan, kami percaya UKM Seiya IAIN Ponorogo mampu melaksanakan acara ini dengan baik dan UKM Seiya percaya dengan Indika Foundation dapat menjadi patner yang baik semua telah dibangun dengan sebuah kepercayaan.”

“Sebuah konser atau musik terdiri dari banyak suara tetapi kalau diatur secara harmonis akan menghasilkan sesuatu yang indah didengar dan dirasa yaitu sebuah pagelaran musik konser yang menarik. Juga dengan perbedaan kita sebagai bangsa jika dikelola dengan baik kita dapat hidup berdampingan dengan baik” tutur Dr. Saifullah, M.Ag selaku Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama. (HUMAS IAIN Ponorogo)

Visit us at:
Website : www.iainponorogo.ac.id
Facebook : IAINPonorogo
Instagram : @humas_iain_ponorogo
Twitter : @Ponorogo_IAIN

Syukuran Potong Tumpeng

Rumah Jurnal IAIN Ponorogo adakan tasyakkuran atas nikmat terakreditasinya jurnal-jurnal di IAIN Ponorogo dari Kemristekdikti tahun 2019, Cendekia dan Dialogia, ke Sinta 2, Pustakaloka dan Kodifikasia Sinta 3, Hingga saat ini udah ada 8 jurnal di IAIN Ponorogo yang terakreditasi dari Ristekdikti.

Suasana Syukuran Rumah Jurnal IAIN Ponorogo

Keberhasilan ini berawal dari Kegiatan Rumah Jurnal IAIN Ponorogo telah berjalan sejak 2015 . Tentu saja ini berkat kekompakan para pengelola jurnal di lingkungan IAIN Ponorogo, team IT rumah jurnal, juga keterlibatan ketua LPM dalam memastikan kuwalitas jurnal jelas progress reportnya. Yang terakahir dan terpenting support dari Dr. H. Agus Pornomo, M.Ag sbg Warek 2. Di sela-sela kesibukannya dan agenda yg super padat hingga kini beliau masih menyempatkan hadir di moment2 penting aktifitas dan kegiatan yang diadakan oleh Rumah jurnal.

Suasana Syukuran Rumah Jurnal IAIN Ponorogo

Ucapan terima kasih khushuson saudara Dr. Mukibat, Dr. Iswahyudi, Khoirul Fathoni (asesor jurnal Kemristekdikti, Ilham Tanzilulloh, mas arif, mas fata, mas lukman, mas alwan, mas ferry, mas fitra, mas wahid dan lainnya. Serta untuk Ketua LPPM Dr. H. Evi Muaviah, M.Ag. dan Ketua RJ M. Harir Muzaki

Membangun Karakter Mahasiswa Unggulan oleh FEBI IAIN Ponorogo

Kecerdasan spiritual adalah kecerdasan jiwa yang membantu seseorang untuk mengembangkan dirinya secara utuh melalui penciptaan kemungkinan untuk menerapkan nila-nilai positif. Elemen dari kecerdasan spiritual yakni kemampuan yang dimiliki oleh para hamba untuk dapat berhubungan dengan Tuhannya, untuk menghidupkan kebenaran yang paling dalam yaitu mewujudkan hal yang terbaik, utuh dan paling manusiawi dari dalam batin, serta merupakan gagasan, energi, nilai, visi, dorongan dan arah panggilan hidup berasama cinta.

Dr. H. Ahmad Imam Mawardi, M.A. menjelaskan mengenai tema studium general kepada para audiens di Graha Watoe Dhakon

Orang yang berkecerdasan intelektual dan sosial yang baik memiliki ciri-ciri antara lain seperti memiliki keingintahuan intelektual, memiliki motivasi diri yang bagus, memiliki kemampuan memenej waktu, mengakui ketidakmengertian diri, berkepribadian kreatif dan orisinal, dan berwawasan terbuka dan berpikir luas.

Penandatangan Kerjasama Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam IAIN Ponorogo dengan Lembaga in-Hetro

Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Institut Agama Islam Negeri Ponorogo menyelenggarakan studium general pada hari Rabu, 2 Oktober 2019 di Graha Watoe Dhakon. Studium general kali ini mengundang Dr. H. Ahmad Imam Mawardi, M.A (Dosen UIN Sunan Ampel dan Direktur in-Hetro) sebagai narasumber. Mengangkat tema kuliah umum “how to be” karakter mahasiswa unggulan, kegiatan ini dihadiri oleh 1000 mahasiswa semester satu dan tiga FEBI IAIN Ponorogo.

Penampilan Seni Tari oleh mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam IAIN Ponorogo

Sebelum memulai kegiatan, terlebih dahulu digelar perjanjian kerjasama antara febi IAIN Ponorogo dengan lembaga konsultan in-hetro yang dipimpin oleh pemateri, Dr. H. Ahmad Imam Mawardi, M.A. diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam rangka membina dan membuka peluang untuk suatu kerjasama yang menguntungkan kedua belah pihak serta sebagai pegangan dan dasar untuk digunakan dalam pembuatan perjanjian kerjasama penyelenggaraan program pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat. (Humas IAIN Ponorogo)
Seperti yang telah diberitakan oleh https://mediaponorogo.com/2019/10/03/febi-iain-ponorogo-cetak-mahasiswa-milenial-yang-agamis-akademis-aktivis/ . dalam paparannya, Dr. H. Ahmad Imam Mawardi, M.A. yang juga pengasuh pesantren Alif Lam Mim Surabaya ini mengatakan untuk menjadi orang sukses, mahasiswa harus mempunyai rasa ingin tahu yang tinggi. Selain itu, media online Ponorogo tersebut juga menyoroti bahwa FEBI IAIN Ponorogo telah mencetak mahasiswa milenial yang agamis, akademis dan aktivis.

Visit us at:
Website : www.iainponorogo.ac.id
Facebook : IAINPonorogo
Instagram : @humas_iain_ponorogo
Twitter : @Ponorogo_IAIN

Era Disrupsi Sebagai Tantangan Perguruan Tinggi (AICIS 2019)

disrupsi

Jakarta- Dalam upaya  menanggapi  era digital yang ditandai dengan disrupsi atau perubahan yang tidak linear dan sering kali mengganggu kemapanan yang terjadi di masing-masing kampus, maka  diskusi on stage yang dilakukannya sesaat setelah sesi pembukaan Annual International Conference on Islamic Studies (AICIS) 2019 sangat menarik.  Kegiatan dengan mengangkat tema “Islamic Higher Education (IHE)’s Response to the Era of Distrupsion”  dipandu langsung oleh Prof. Dr. M. Arskal Salim, M. Ag selaku Direktur Pendidikan Tinggi Keagama Islam, pada selasa malam (01/10).

disrupsi

Diskusi on stage ini adalah diskusi  pengantar sebelum dilaksanakannya diskusi panel pada hari ke dua (2/10), dengan menghadirkan enam Rektor dan Ketua perempuan dari Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) sebagai pembicara, yaitu Amany Lubis (Rektor UIN Syarif Hidayatullah), Faizah Binti Awad (Rektor IAIN Kendari), S. Maryam Yusuf (Rektor IAIN Ponorogo),  Ridha Ahida (Rektor IAIN Bukittinggi), Enizar (Rektor IAIN Metro) dan Inayatillah (Ketua STAIN Meulaboh)

 

 

Pada sesi pertama, Prof. Dr. M. Arskal Salim, M. Ag selaku moderator diskusi, meminta tanggapan pada Rektor dan Ketua PTKIN terkait pandangannya melihat tantangan mendasar pendidikan Islam  di era disrupsi. “Seperti yang telah saya lakukan di IAIN Kendari, bahwa di era digital ini perguruan tinggi harus menguatkan spiritual imune, yaitu perlu adanya motivasi. Secara akreditatif motivasi membutuhkan ketegaran, keuletan dan kesungguhan dari setiap dosen dan pimpinan,” ujar Faizah Binti Awad Rektor IAIN Kendari.

“Memang kalau jumlah mahasiswi lebih banyak, dari segi populasi memang perempuan secara umum lebih banyak. Kemudian orang tua lebih suka anak perempuannya masuk PTKIN karena dinilai lebih aman buat puterinya” jawaban dari S. Maryam Yusuf Rektor IAIN Ponorogo menanggapi pertanyaan yang ke dua dari Prof. Dr. M. Arskal Salim, M. Ag. Saat itu Direktur Diktis tersebut menanyakan tentang jumlah mahasiswi yang seringkali lebih banyak dari jumlah mahasiswa dan bagaimana rektor atau ketua melihat dan memaknai peta tersebut jika dikaitkan dengan tantangan pendidikan islam di era disrupsi. Di akhir pernyataannya, Maryam Yusuf juga menjelaskan bahwa pendidikan di era disrupsi harus dibarengi dengan pendidikan karakter, pendidikan tasawuf dan perlunya keteladanan dari dosen/pendidik. (Humas IAIN Ponorogo)

 

Visit us at:
Website : www.iainponorogo.ac.id
Facebook : IAINPonorogo
Instagram : @humas_iain_ponorogo
Twitter : @Ponorogo_IAIN

Forum Penjaminan Mutu PTKIN 2019

(Ditulis oleh Dr. MUKHIBAT, M.Ag.)

Lampung-(Kemenag) Kementerian Agama melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Islam mengukuhkan forum penjaminan mutu Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) melalui surat keputusan Dirjen Pendidikan Islam Nomor: 4841 Tahun 2019, Rabu (25/09) di Lampung.

Forum penjaminan mutu PTKIN tersebut dikukuhkan oleh Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam Prof. Dr. Arskal Salim GP, M.Ag pada saat rapat koordinasi Peningkatan Mutu Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam yang berlangsung selama 3 hari (25-27 September 2019).

Dalam sambutannya Direktur PTKI Arskal Salim menyampaikan bahwa tantangan besar bagi PTKI adalah peningkatan mutu dan kualitas. “Mutu harus menjadi prioritas utama bagi pengembangan pendidikan serta lulusan yang harus memiliki kapasitas yang dibutuhkan oleh masyarakat dan dunia kerja”, pintanya.

Selain itu Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah tersebut juga meminta kepada para pimpinan untuk terus berusaha meningkatkan nilai akreditasi baik akreditasi Institusi maupun program studi. “Dalam rangka percepatan akreditasi Kementerian Agama sedang memproses Lembaga Akreditasi Mandiri (LAM) Keagamaan yang nantinya akan menjadi lemabaga yang mengakreditasi khusus program studi keagaman di bawah Kementerian Agama” jelasnya.

Rektor UIN Raden Intan Lampung pada saat penyambutan peserta menyampaikan terimakasih atas dipilihnya lampung sebagai daerah untuk kegiatan ini. Masyarakat lampung yang plural berasal dari berbagai suku menjadikan kampus UIN sebagai kampus plural dan moderat. Selain itu kampus UIN Raden Intan Lampung juga menjadi ikon nasional green campus di lingkungan PTKIN. “UIN Raden Intan menempati peringkat 18 secara nasional dan peringkat 337 dunia terkait pengembangan kampus berwawasan lingkungan (ecocampus)” jelasnya.

Pada kesempatan yang sama Kasubdit Kelembagaan dan Kerjasama M. Adib Abduhsomad menyampaikan bahwa forum penjaminan mutu PTKIN bertugas untuk melakukan koordinasi pelaksanaan penjaminan mutu dalam rangka penerapan SPMI yang terintegrasi dengan IT, melakukan pendampingan PTKIN dalam hal penerapan SPMI serta melakukan progres perkembangan penjaminan mutu PTKIN. Dalam kesempatan tersebut IAIN Ponorogo dihadiri oleh Rektor IAIN Ponorogo Dr. Hj.S Maryam Yusuf dan Ketua LPM Dr. Mukhibat Syaufa

Visit us at:
Website : www.iainponorogo.ac.id
Facebook : IAINPonorogo
Instagram : @humas_iain_ponorogo
Twitter : @Ponorogo_IAIN

Memahami Keberagaman Inklusif Melalui Studi Living Qur’an

Living teks adalah fenomena sosio-historis dimana seseorang yang berfikir bersua dengan teks baik dalam proses produksi maupun menerima teks yang sudah ada dalam konteks yang terus berubah. Subyek dari living teks berpusat pada manusia sebagai subyek, proses produksi ataupun penerimaan teks, dan konteks yang dinamis. Studi living Al-Qur’an berfokus kepada Bagaimana kita dapat memaknai ayat-ayat dalam Al-Qur’an dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari di masyarakat. Selain itu juga pembelajaran terkait dengan kehidupan keseharian yang dititikberatkan kepada qur’an dan hadis dalam kehidupan bermasyarakat.

Ahmad Rafiq, S.Ag., MA, Ph.D memberikan perkuliahan Studi Living Al-Qur’an dan Hadis untuk Keberagaman yang Inklusif kepada mahasiswa FUAD IAIN Ponorogo

Fakultas Ushuluddin Adan dan Dakwah (FUAD) IAIN Ponorogo menyelenggarakan Studium General pada Hari Jumat. 20 September 2019 di Graha Watoe Dhakon dengan tema “Studi Living Al-Qur’an dan Hadis untuk Keberagaman yang Inklusif”. Mengundang Ahmad Rafiq, S.Ag., MA, Ph.D (Direktur Laboratorium Studi Al-Qur’an dan Hadis Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta) sebagai narasumber dan Moh. Alwy Amru G., M.S.I., (Dosen Ilmu Al-Qur’an dan tafsir IAIN Ponorogo) sebagai moderator, kegiatan ini dihadiri oleh sekitar 400 mahasiswa FUAD IAIN Ponorogo.

Foto bersama setelah penandatangan perjanjian kerja sama praktikum laboratorium ilmu Al-Qur’an dan tafsir IAIN Ponorogo dengan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

“tema kita pada pagi hari ini sangat relevan dengan kecenderungan keadaan keberagaman di Indonesia dari sisi kuantitas minoritas, tetapi gaung kecenderungan keberagamaan yang ekslusif kadang terasa cukup kencang. Saya kira living Al-Qur’an yang sifatnya inklusif adalah kecenderungan yang harus kita bangun bersama. Surat Ar Rahman dalam al-Al-Qur’an secara doktrinal mengajarkan kita untuk bersifat inklusif. Secara substanstif kita harus menegakkan keadilan di dalam masyarakat agar kehadiran islam memberikan potensi dan daya tumbuh terhadap semua mahluk Tuhan. Kita harus mengembangkann islam seperti air yang dapat memberikan kehidupan dan dapat berkembang menjadi masyarakat yang lebih baik dan sejahtera atas pengaruh Al-Qur’an.” Jelas Dr. Muh. Tasrif, M.Ag. selaku Wakil Dekan Bidang Akademik & Kelembagaan Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah IAIN Ponorogo ketika memberikan sambutan.

Sebelum memulai materi, terlebih dahulu diadakan penandatangan perjanjian kerja sama praktikum laboratorium ilmu Al-Qur’an dan tafsir IAIN Ponorogo dengan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. kegiatan ini berlangsung dengan hikmat dan diharapkan dapat memberikan manfaat dan berkah kepada mahasiswa, pengajar, serta masyarakat sekitar. (Humas IAIN Ponorogo)

Visit us at:
Website : www.iainponorogo.ac.id
Facebook : IAINPonorogo
Instagram : @humas_iain_ponorogo
Twitter : @Ponorogo_IAIN

Translate »